Puskesmas Pasir Panjang Kupang

Informasi Kesehatan

Memahami Bahaya Campak Jerman atau Rubella

Ditulis Oleh | Jumat, 27 Juli 2018 06:08
Beri Rating
(0 votes)
Ayo Imunisasi Measles Rubella Ayo Imunisasi Measles Rubella doc. http://pixabay.com

Liputan6.com, Bandung Bermacam penyakit campak mungkin sudah tidak asing lagi namanya di masyarakat kita. Namun berbeda halnya dengan penyakit Rubella dan Conginetal Rubella Syndrome (CRS). Akibat kurangnya informasi terkait dua hal itu, maka program vaksinasi Rubella oleh pemerintah agak terkendala.

 Rubella sebenarnya tidak kalah berbahayanya dengan campak, merupakan penyakit infeksi virus akut yang sangat menular.

 Menurut Kepala Divisi Tumbuh Kembang Pediatrik Sosial Fakultas Kedokteran Unpad - RS Hasan Sadikin, Kusnandi Rusmil, Rubella sering juga disebut sebagai campak Jerman karena gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini, seperti demam ringan, adanya bercak kemerahan atau ruam makulopapuler di kulit terutama di wajah, lengan dan kulit kepala, mirip campak biasa.

 "Ruam ini hanya terjadi dua hingga tiga hari dan hilang sendiri. Gejala lainnya adalah adanya pembesaran kelenjar Limfe di belakang telinga, leher belakang dan sub oksipital," kata Kusnandi Rusmil dalam keterangannya yang ditulis Health-Liputan6.com, Bandung (15/8/2017).

 Kusnandi Rusmil menjelaskan Rubella sangat berbahaya, karena jika menular ke ibu hamil pada awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan yang dikenal sebagai Sindroma Rubella Konginetal atau Conginetal Rubella Syndrome (CRS).

 Kusnandi mengatakan CRS adalah sindrom kecacatan pada bayi baru lahir yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Ibu hamil yang terinfeksi virus Rubella kata dia, menulari janinnya melalui saluran plasenta.

 "Resiko infeksi tertinggi ialah pada 10 minggu awal kehamilan. Janin beresiko tinggi mengalami kelainan telinga, mata dan jantung. Gangguan pendengaran terjadi jika terinfeksi di usia gestasi 18 minggu. Cacat struktur jantung dan mata terjadi jika infeksi di usia gestasi kurang dari 8 minggu," ujar Kusnandi.

 Dia menyatakan, infeksi itu juga dapat mengakibatkan gangguan perkembangan lainnya, seperti pembesaran hati dan limpa, berat badan lahir rendah, Diabetes tipe 1 dan Hipertiroid. Yang paling berbahaya tegasnya adalah terjadinya kematian bayi di dalam kandungan. Untuk mencegah terjadinya CRS, imunisasi dengan vaksin MR merupakan upaya pencegahan yang terbaik.

Sumber : https://www.liputan6.com/health/read/3058584/memahami-bahaya-campak-jerman-atau-rubella

Dibaca 1152 Kali Terakhir Diperbaharui Jumat, 27 Juli 2018 06:59
Rahmawati Madjid

staf pada UPT Puskesmas Pasir Panjang

puskppj.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


Artikel Lainnya

Perawatan Saluran Akar; Solusi Perbaiki Gigi Berlubang

Perawatan Saluran Akar; Solusi Perbaiki Gigi Berlubang

Pernahkah Anda mengalami gigi berlubang dan disarankan untuk Read More
Memahami Bahaya Campak Jerman atau Rubella

Memahami Bahaya Campak Jerman atau Rubella

Liputan6.com, Bandung Bermacam penyakit campak mungkin sudah tidak Read More
Puskesmas Pasir Panjang Telah Dilaunching Sebagai  Puskesmas Ramah Anak

Puskesmas Pasir Panjang Telah Dilaunching Sebagai Puskesmas Ramah Anak

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 25 Maret Read More
Imunisasi Measles Rubella Lindungi Anak Kita

Imunisasi Measles Rubella Lindungi Anak Kita

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui Read More
PENYAKIT DBD (Demam Berdarah Dengue) DI PUSKESMAS PASIR PANJANG

PENYAKIT DBD (Demam Berdarah Dengue) DI PUSKESMAS PASIR PANJANG

PENYAKIT DBD (Demam Berdarah Dengue) DI PUSKESMAS PASIR Read More
DEMAM BERDARAH

DEMAM BERDARAH

Pengertian Demam Berdarah. DBD atau demam berdarah dengue Read More
Puskesmas Pasir Panjang Gencarkan Kegiatan Prolanis

Puskesmas Pasir Panjang Gencarkan Kegiatan Prolanis

Prolanis atau program pengelolaan penyakit kronis adalah suatu Read More
  • 1