TES KEBUGARAN PADA PEGAWAI UPT PUSKESMAS PASIR PANJANG TAHUN 2020

Ditulis Oleh | Sabtu, 17 Oktober 2020 13:31 | Dibaca : 134 Kali | Terakhir Diperbaharui : Sabtu, 17 Oktober 2020 14:00
dokumentasi UPT Puskesmas Pasir Panjang dokumentasi UPT Puskesmas Pasir Panjang

        Pada hari Jumat, 2 Oktober 2020 dan 9 Oktober 2020 dilakukan pengukuran kebugaran pada para Pegawai UPT Puskesmas Pasir Panjang.


Kegiatan ini di lakukan  dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid 19. Tes tingkat kebugaran merupakan tes untuk mengukur atau menilai kemampuan kebugaran seseorang secara keseluruhan, yang terdiri dari kekuatan, kecepatan, kelincahan, kelenturan, dan daya tahan.

      Tes tingkat kebugaran ini dilakukan untuk mengetahui apakah pegawai UPT Puskesmas Pasir Panjang mempunyai tingkat kebugaran yang baik, cukup, atau kurang. Pegawai dengan tingkat kebugaran yang baik maka akan mempunyai derajat kesehatan yang baik pula sehingga produktivitas kerjanya optimal. Sebaliknya, pegawai dengan tingkat kebugaran yang kurang maka akan mempunyai derajat kesehatan yang kurang optimal juga, sehingga produktivitas kerjanya kurang optimal. Adapun manfaat yang didapatkan saat dilakukan tes kebugaran yaitu terukurnya kemampuan fisik dan kebugaran jasmani seseorang dan sebagai acuan untuk menentukan aktifitas yang perlu dilakukan.

     Kegiatan Tes kebugaran pegawai UPT Puskesmas Pasir Panjang ini dilakukan dengan  menggunakan metode Rockport, yaitu setiap peserta berlari sepanjang 1.600 meter. Sebelum tes kebugaran, peserta diminta untuk mengisi Par Q Test (Physical Activity Readiness Questionnaire) sebagai upaya screening apakah peserta layak atau tidak untuk mengikuti pengukuran kebugaran dengan Metode Rockport. Selain itu, peserta juga diukur tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui IMT (Indeks Massa Tubuh) sebagai salah satu cara untuk mengetahui status gizi seseorang, serta diukur tekanan darah, dan denyut nadinya.

     Sebelum peserta berlari, peserta terlebih dahulu melakukan pemanasan dan peregangan seluruh tubuh, terutama otot tungkai. Hal tersebut dilakukan selama 5-10 menit. Waktu yang dicapai peserta dalam menyelesaikan lari sepanjang 1.600 meter tersebut kemudian dikonversikan ke dalam tabel Hubungan Waktu Tempuh - VO2 max untuk mengetahui VO2 max (ml/kg/menit) peserta. Setelah mengetahui VO2 max peserta, kemudian nilai VO2 max digunakan untuk mengetahui tingkat kebugaran jantung  paru sesuai dengan jenis kelamin dan kelompok umur.

     Setelah diketahui tingkat kebugarannya, setiap peserta diberikan informasi tentang program latihan fisik yang dapat dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan tingkat kebugaran pada pengukuran tingkat kebugaran selanjutnya. Pengukuran tingkat kebugaran sebaiknya dilakukan  3 bulan sekali. Selama rentang waktu antara pengukuran tingkat kebugaran pertama dan kedua, peserta dapat melakukan program latihan.  Dari hasil tes kebugaran pada pegawai UPT Puskesmas Pasir Panjang yang sudah dilakukan didapatkan hasil rata-rata tingkat kebugaran  dengan  kategori baik dan  cukup.

Salam sehat

By. Pengelola Program Kesehatan Olah Raga

Diana Radja Haba

staf puskesmas pasir panjang

puskppj.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.